h1

Analisa Kebijakan penerimaan dan pengeluaran UI 2008-2009

January 10, 2010

Analisa Kebijakan penerimaan dan pengeluaran UI 2008-2009

Berikut ini adalah data penerimaan dan pengeluaran UI berdasarkan RKAT UI

Perbandingan Realisasi Penerimaan Dan Pengeluaran
Tahun anggaran 2008/2009
No PENERIMAAN REALISASI 2008 % ANGGARAN 2009 %
jumlah jumlah
1 Dana APBN ( DIPA UI) 125.000.000.000 14% 335.684.866.000 24%
2 biaya pendidikan (BP) 565.670.992.062 62% 627.538.272.142 45%
3 Non Biaya Pendidikan 228.693.433.890 25% 417.999.167.690 30%
JUMLAH 919.364.425.952 100% 1.381.222.305.832 100%

NO

PENGELUARAN REALISASI 2008 % ANGGARAN 2009 %
1 Belanja Pegawai 588.014.937.797 64% 697.265.383.228 48%
2 Belanja Barang 33.548.864.071 4% 58.692.937.837 4%
3 Belanja Modal 72.624.254.415 8% 318.982.200.680 22%
4 B. pemeliharaan,daya, jasa 79.709.098.406 9% 140.291.890.628 10%
5 Belanja Penelitian 37.510.247.123 4% 113.418.835.643 7%
6 B.Penyelenggaraan Kegiatan 80.803.506.237 9% 75.129.344.667 5%
7 B. Beasiswa mhs 21.106.632.492 2% 56.167.633.524 4%
JUMLAH 913.317.540.542 100% 1.459.948.226.208 100%

Data Penerimaan

Penerimaan dana APBN (DIPA UI) merupakan penerimaan universitas yang berasal dari pemerintah untuk mendanai program-program pemerintah melalui kegiatan-kegiatan yang telah diusulkan dalam RKA-K/L universitas. Perencanaan, pelaksanaan, pengendalian/pengawasan dan pertanggungjawaban kegiatan sepenuhnya mengikuti standard an ketentuan yang telah ditetapkan dalam DIPA. Pada tahun 2008, dimana UI masih berbentuk BHMN proporsi pendapatan yang berasal dari APBN terhadap total pendapatan adalah 14% sedangkan pada tahun 2009, yaitu masa transisi BHMN ke BHP, proporsinya meningkat menjadi 24%. Berdasarkan UU BHP pasal 41 ayat 4, pemerintah dan pemerintah daerah minimal menanggung sedikitnya 1/3 biaya operasional.

Penerimaan pendidikan merupakan sumber utama dana masyarakat yang berasal dari BOP S1 regler dan non regular, program ekstensi, program vokasi, program profesi, program spesialis dan program pendidikan lainnya. Proporsi penerimaan pendidikan terhadap total penerimaan pada tahun 2008 adalah 62% dan pada tahun 2009 menurun menjadi 42%. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah apabila dilihat dari sisi nominal, jumlah penerimaan pendidikan meningkat. Peningkatannya mencapai 10.93 %.

Penerimaan non-biaya pendidikan adalah penerimaan lainnya selain dari penerimaan DIPA dan penerimaan pendidikan, antara lain penerimaan hasil jasa lain-lain (ventura), penerimaan hasil penelitian, penerimaan hasil konsultasi, hibah, dll. Proporsi penerimaan non-biaya pendidikan terhadap total penerimaan tahun 2008 adalah 25% dan pada tahun 2009 meningkat menjadi 30%. Namun dari sisi nominal peningkatannya mencapai 82%.

Data Pengeluaran

Proporsi pengeluaran terbesar baik tahun 2008 maupun 2009 adalah belanja pegawai. Hal menarik lainnya adalah peningkatan anggaran yang signifikan pada anggaran untuk belanja modal. Hal ini terkait dengan tuntutan untuk menjadi lebih mandiri sehingga UI harus meningkatkan modalnya. Alokasi untuk belanja mahasiswa juga meningkat proporsinya dari 2% menjadi 4% terhadap total pengeluaran. Berdasarkan UU BHP, BHP wajib mengalokasikan beasiswa atau bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik WNI yang kurang mampu dan/atau peserta didik yang memiliki potensi akademik tinggi paling sedikit 20% dari jumlah seluruh peserta didik.

2 comments

  1. Oiya, boleh minta informasi lagi ya ttg postingannya. Klo mau kirim email kemana ya?



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: