h1

Analisis Sewindu BHMN UI Dari Sisi Keuangan

January 10, 2010

Analisis Sewindu BHMN UI Dari Sisi Keuangan

By : Departemen Kebijakan Keuangan MWA UM

Memasuki pertengahan tahun 2009 ini, genap sudah Universitas Indonesia dalam bentuknya yang baru sebagai badan usaha milik Negara (BHMN) sesuai dengan Peraturan Pemerintah  Nomor 152  tahun 2000 tentang Penetapan Universitas Indonesia Sebagai Badan Hukum Milik Negara. Tentunya dalam masa sewindu banyak perubahan yang dialami oleh universitas yang membawa nama bangsa itu. Oleh karena itu, telaah mengenai perubahan yang dialami UI tersebut adalah suatu keharusan untuk dapat mengetahui permasalahan yang ada dan mencoba mencari solusinya. Untuk itu, kami akan mencoba menganalisa bentuk BHMN UI dari segi keuangan.

Sebelumnya, ada baiknya kita menelaah beberapa aspek  penting dalam UU BHMN, yaitu dalam pasal-pasal sebagai berikut :

  1. UU no 152 tentang penetapan UI sbg BHMN dengan tujuan untuk kemandirian dan otonomi UI
  2. Pasal 2 ayat 2 : Kemandirian tersebut menyangkut hak dan kewajiban, penyelenggaraan pendidikan, perlengkapan dan kekayaan, dan pengalihan pegawai menjadi menjadi milik universitas
  3. Pasal 5 ayat 1 dan 5 : Tujuan universitas menjadi universitas riset (ayat 1) dengan pengelolaan professional (ayat 5)
  4. Pasal 19 ayat 1 : Salah satu tugas dewan audit adalah mengangkat auditor professional
  5. Pasal 31 ayat 1 : Unit usaha terdiri dari 3 bentuk yaitu unit usaha akademik, penunjang, dan komersil

Dengan adanya pasal ini maka artinya pendidikan sudah sah menjadi suatu unit usaha yang dapat dikomersilkan.

  1. Pasal 38 ayat 1 dan 3 : Tentang akuntabilitas , diharuskan adanya laporan keuangan  dan akademik (pasal 1) dan menjadi milik public (pasal 3)

Dari pasal-pasal diatas  dan dari kenyataan yang ada, maka kami mendapat beberapa simpulan yang terkait dengan bidang keuangan yang berupa kebijakan strategis, dampak, dan rekomendasi.

1. UI sebagai Universitas Riset

Kebijakan anggaran untuk mencapai visi UI sebagai universitas riset dilaksanakan dengan :

Anggaran penelitian dan laboratorium
Tahun Jumlah Keterangan
2008 69.725.359.610 8.15% dari total pengeluaran beban operasional
2009(RKAT) 60.047.657.992 6.34% dari total pengeluaran beban operasional

Belanja Modal

Tahun Jumlah Keterangan
2008 72.624.254.415 8% dari total pengeluaran
2009(RKAT) 318.982.200.680 21% dari total pengeluaran

Belanja Penelitian

Tahun Jumlah Keterangan
2008 37.510.247.123 4% dari total pengeluaran
2009(RKAT) 113.418.835.643 7% dari total pengeluaran

Kebijakan yang dilakukan UI masih berorientasi pembangunan fisik daripada orientasi pada riset. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan alokasi yang dianggarkan pada ketiga pos tersebut.

Implementasi visi UI sebagai universitas riset masih belum terasa, terutama di tataran mahasiswa. Indikator utama dari hal ini misalnya hasil kurang menggembirakan di PIMNAS

Rekomendasi :

UI harus memprioritaskan riset sebagai prioritas pembangunannya dan bukan pembangunan fisik. Diharapkan dengan riset yang optimal dapat membantu dalam pembiayaan pembangunan fisik.

2. Kemandirian UI dalam bidang Pendanaan

Dalam rangka mencapai kemandiriaan pendanaan, UI telah membentk 2 unit usaha komersil, yaitu

PT Daya Makara dan PT Makara Mas (2008)

Keuntungan bersih (2008)
PT Daya Makara 1.115.215.975
PT Makara Mas 92.669.071

Dari hasil diatas didapat kesimpulan bahwa unit usaha UI belum mencapai hasil yang baik bila dibandingkan dengan total pengeluaran dari UI tahun 2008 (913.317.540.542). Padahal kita ketahui bahwa unit usaha adalah hal pokok sebagai dasar penetapan BHMN (kemandirian pendanaan).

Dari hasil keuntungan unit usaha komersil yang kurang menggembirakan maka di dapat kesimpulan :

–          UI belum secara serius dan kreatif membenahi unit-unit usahanya, dimana waktu sewindu masih belum membuat unit-unit usahanya mencapai keuntungan yang baik

–          Dengan program2-program UI yang berefek pada peningkatan anggaran, namun dengan pemasukan dari unit usaha komersil  yang kecil, berefek pada meningkatnya biaya pendidikan

Anggaran 2008 Penerimaan biaya pendidikan Rp 565.670.992.062 (62%)

Anggaran 2009 Penerimaan biaya pendidikan Rp 627.538.272.142 (45%)

Rekomendasi:

UI harus memiliki arah yang jelas dalam pengembangan unit usaha komersilnya, apabila keadaan seperti ini terus terjadi (unit usaha yang tidak produktif), tidak menutup kemungkinan sampai kapanpun biaya pendidikan akan menjadi komponen utama dalam penerimaan universitas

3. Biaya Pendidikan dan Beasiswa

Komponen penerimaan UI yang terbesar masih berasal dari biaya pendidikan sebesar  62% (2008), menunjukkan bahwa mahasiswa masih merupakan obyek utama dalam penerimaaan universitas. Namun, beasiswa yang diberikan pada mahasiswa masih rendah, yaitu :

2008 26.065.396.275 (3.05%)

2009 26.549.291.524 (2.80%)

Dengan persentase yang rendah dan menurun tersebut, cukup ironis apabila melihat banyak mahasiswa yang pendidikannya masih terlunta-lunta akibat tidak memiliki biaya.

Selain itu pula disebutkan bahwa beasiswa ini berkaitan dengan program beasiswa bagi 1000 anak bangsa berupa pemotongan uang pangkal. Namun perlu dipertanyakan kembali apakah pemotongan tersebut dapat diklasifikasikan sebgai bentuk beasiswa.

4. Transparansi dan Akuntabilitas

Untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, UI telah melakukan :

-Integrasi NPWP (menjadi 2 NPWP, yaitu NPWP untuk dana APBN dan Non APBN)

-Penetapan system keuangan terpusat dan terpadu

-Penyusutan rekening di UI (dari 70 rekening di PAU menjadi 19 rekening)

Namun,  UI baru melaksanakan amanat pasal 19 ayat 1 untuk mengaudit UI secara eksternal setelah UU ini 8 tahun berjalan. Dampaknya adalah UI pun tidak dapat melaksanakan amanat pasal 38 ayat 1 dan 3 tentnag penyajian laporan keuangan dan akademik yang dapat dimiliki publik. Dimana syarat dapat dimiliki public adalah telah di audit oleh auditor independen.

Dampak dari kelambanan ini adalah :

–          Minimnya pengetahuan publik, khususnya stakeholder utama mahasiswa, mengenai keadaan financial UI, yang menyebabkan terjadinya ketidaksamaan informasi yang didapat antara UI dan mahasiswa, misalnya dalam komponen biaya pendidikan.

–          Dengan tidak teraudit dan terpublikasinya laporan keuangan UI akan :

  1. Meningkatkan potensi penyimpangan dana di masa lalu
  2. Kurangnya control terhadap keefektifan unit-unit usaha UI

5. Unit Usaha Pendidikan

Dengan adanya Pasal 31 ayat 1 maka artinya pendidikan sudah sah menjadi suatu unit usaha yang dapat dikomersilkan. Dari data penerimaan biaya pendidika sbb:

Jenjang Penerimaan jumlah Mahasiswa Rata2 biaya/ semester
Reguler 90.640.025.000 20.654 2.194.249
Non reguler 17.151.500.000 1.601 5.356.496
KSDI 41.158.520.000 1.537 13.389.239
Sarjana Daerah 7.324.000.000 238 15.386.555
Sarjana KI 37.116.387.500 1.093 16.979.134

Terdapat perbedaan signifikan di beberapa jenjang pendidikan yang mengindikasikan adanya profit oriented dalam penyelenggaraan pendidikan. Misalnya KSDI, apabila UI sungguh-sungguh ingin membangun  daerah tidak perlu mengenakan biaya setinggi itu per mahasiswa, karena belum tentu daerah memiliki dana yang cukup. Banyak kasus bahwa KSDI ini hanya menjadi ajang jual beli di daerah-daerah.

6. Sistem Pembiayaan

Khusus untuk anggaran 2009, UI merencanakan menutupi sebagian kekurangan dari pengeluaran investasi dari penerimaan operasional (yang salah satu komponennya adalah penerimaan pendidikan) sebesar 65.507.752.095. Hal ini seharusnya tidak dilakukan karena pengeluaran jangka panjang harus ditutupi oleh investasi  jangka panjang pula bukan dari penerimaan jangka pendek (penerimaan operasional). Dampaknya adalah biaya yang ditanggung mahasiswa akan dirasakan meningkat serta menyulitkan pihak UI sendiri.

Sumber : PP No 152 tahun 2000

RKAT UI 2000

Laporan Keuangan UI 2008 (Unaudited)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: