h1

BOP-B dan Permasalahannya dari segi keuangan

January 10, 2010

BOP-B dan Permasalahannya dari segi keuangan

BOP-B adalah bagian dari system BHMN UI. Dengan adanya system BHMN, pemerintah terlepas tanggungjawabnya terhadap pendanaan dari universitas, namun universitas diberikan hak seluas-luasnya untuk mencari sumber pendanaan sendiri (namun tetap dengan beberapa batasan tertentu)

Dari hal diataslah kisruh BOP-B berasal. BOP-B dijadikan ajang pengganti dana yang hilang dari pemerintah. Perlu diketahui bahwa kebutuhan pendanaan UI naik drastis dengan banyaknya kebutuhan dana investasi  pembangunan maupun dana operasional. Seharusnya sumber pendanaan tersebut diambil dari unit usaha UI. Namun apa daya, unit usaha UI tidak mampu menghasilkan kinerja yang baik. Nah, untuk menutup kekurangan pendanaan itulah, BOP-B digunakan sebagai penjaring dana dari internal, yaitu mahasiswa sendiri.

BOP-B memang memiliki filosofi yang sangat mulia, yaitu setiap orang membayar sesuai dengan keadaannya. Namun fakta di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya dan lebih menunjukkan UI berubah menjadi lembaga pendidikan pro orang kaya. Banyak point-point yang menunjukan hal tersebut, baik dalam hal filosofis, substansi  dan teknis lapangan (lihat tulisan dari BEM UI).

Ketika UI berubah dari PT menjadi BHMN. Dalam artian UI berubah menjadi seperti perusahaan, yaitu perusahaan dengan sisem komersil namun dengan tujuan nirlaba (tidak mencari keuntungan).  Dengan system ini, mahasiswa adalah konsumen dari UI dengan bentuk perusahaan tadi. Mahasiswa sebagai konsumen artinya mahasiswa harus dilayani sebaik-baiknya, dan bukan diajadikan ajang untuk mencari dana.

Kembali kepada kebutuhan dana UI. Berikut disajikan penerimaan dan pengeluaran UI dari RKAT 2009

Perbandingan Realisasi Penerimaan Dan Pengeluaran
Tahun anggaran 2008/2009
No PENERIMAAN REALISASI 2008 % ANGGARAN 2009 % Kenaikan
jumlah jumlah (nominal)
1 Dana APBN ( DIPA UI) 125.000.000.000 14% 335.684.866.000 24% 210.684.866.000
2 biaya pendidikan (BP) 565.670.992.062 62% 627.538.272.142 45% 61.867.280.080
3 Non Biaya Pendidikan 228.693.433.890 25% 417.999.167.690 30% 189.305.733.800
JUMLAH 919.364.425.952 100% 1.381.222.305.832 100%

Dapat dilihat diatas bahwa walaupun persentasenya telah menurun, namun mahasiswa tetap menjadi sumber pendanaan UI. Dari nominalpun kontribusi dari mahasiswa semakin meningkat. Padahal, sesuai dengan UU BHP yang baru, kontribusi maksimal dari mahasiswa adalah sebesar 1/3 dari keseluruhan penerimaan. Sedangkan di tahun 2009 kontribusi mahasiswa masih sebesar 45%.

Mengapa seperti itu? Penerimaan terkait dengan pengeluaran. Ketika pengeluaran besar, maka penerimaan besar pula. Di saat penerimaan dari unit usaha rendah , otomatis cara yang paling ,mudah adalah dengan menaikkan penerimaan dana dari internal mahasiswa.

Tapi kan sekarang lumayan sudah turun menjadi 45%? Jangan senang dulu, karena bila dilihat dari nominal penerimaan dari mahasiswa naik. Hal ini menunjukkan bahwa BOP-B berkeadilan meningkatkan penerimaan dari unsur mahasiswa. Selain itu, persentase turun menjadi 45% karena adanya dana DIPA dari pemerintah tahun ini untuk membantu investasi seperti pembangunan rumah sakit, dll. Dan hal ini sifatnya hanya sementara, tahun depan sudah tidak lagi. Tahun ini memang Ui sedang dimanja oleh pemerintah, dan tentu tahun depan pemerintah harus menservice universitas lainnya.

Dampak buruk lainnya dari hal ini adalah, ketika pendanaan pemerintah berkurang dan pengeluaran investasi masih besar maka tahun depan mahasiswa akan membayar biaya kuliah semakin besar untuk menutupi kebutuhan dana tersebut. Apalagi banyak pengeluaran yang dibayar dengan mengeluarkan hutang maupun kerjasama dengan swasta yang kita belum mengetahui apa kesepakatan antara UI dan pihak swasta tersebut.

Sekarang marilah kita beralih pada pengeluaran UI.

PENGELUARAN
NO PENGELUARAN REALISASI 2008 % ANGGARAN 2009 % Kenaikan(penurunan)
1 Belanja Pegawai 588.014.937.797 64% 697.265.383.228 48% 109.250.445.431
2 Belanja Barang 33.548.864.071 4% 58.692.937.837 4% 25.144.073.766
3 Belanja Modal 72.624.254.415 8% 318.982.200.680 22% 246.357.946.265
4 B. pemeliharaan,daya, jasa 79.709.098.406 9% 140.291.890.628 10% 60.582.792.222
5 Belanja Penelitian 37.510.247.123 4% 113.418.835.643 7% 75.908.588.520
6 B.Penyelenggaraan Kegiatan 80.803.506.237 9% 75.129.344.667 5% (5.674.161.570)
7 B. Beasiswa mhs 21.106.632.492 2% 56.167.633.524 4% 35.061.001.032
JUMLAH 913.317.540.542 100% 1.459.948.226.208 100% 546.630.685.666

Dapat dilihat dari tabel diatas,hampir keseluruhan  pengeluaran ui secara nominal mengalami kenaikan, kecuali dan yang ironis adalah yang berkurang  adalah di sisi biaya penyelenggaraan pendidikan (gubrak!!!!!). UI mau maju kok yang dikurangi adalah komponen biaya yang krusial,,waduh-waduh,,terlalu.

Untuk pengeluaran belanja barang, modal dan pemeliharaan,  terjadi kenaikan yang drastic. Apabila dibayangkan dengan penerimaan dari unit usahanya, UI layak mendapatkan title “besar pasak daipada tiang”

Selain pengeluaran investasi yang besar, yang belum tentu juga memiliki prioritas kebutuhan, dibawah ini kami analisa beberapa pengeluaran UI yang cukup controversial.

Kegiatan Investasi
NO KEGIATAN NILAI SUMBER JUMLAH Pendapat
1 Pengadaan alat absensi Smart 2.250.000.000 Tidak mendesak dan tidak signifikan
Card UI telah memiliki Absen on Line yang cukup efektif
2 Pembangunan lahan parkir UI 60.000.000.000 Mitra 60.000.000.000 Kalau bisa biaya ditekan seminimal mungkin,
Salemba sehingga dana mitra bisa dialokasikan ke pos lain
3 Pembangunan Apartment 15.000.000.000 PT NHL 15.000.000.000 Penting dalam rangka investasi
assembly hall(persiapan) ,pastikan mitra yang tercantum benar-benar ada.
4 Pembangunan Asrama mhs 17.027.100.000 Menpora & 9.000.000.000 Penting, jika bisa UI mencari sponsor lainnya shg
Pertamina beban pembangunan asrama tidak terlalu berat.
5 Normalisasi danau-danau UI 5.000.000.000 DPU 5.000.000.000 belum penting, dan tidak mendesak .
karena terdapat agenda lain yang lebih mendesak.
6 Peningkatas utilitas AC PAU UI 3.000.000.000 Jumlah anggaran terlau besar, Ac diganti semua?
7 FEUI–Peningkatan estetis 1.138.000.000 sponsor 1.238.000.000 Tidak mendesak, tidak menambah nilai tambah
perpustakaan fungsi perpus
8 Penambahan peralatan kantor 2.192.247.307 Tidak mendesak, tidak menambah nilai tambah
9 Pembuatan sistem pemeliharaan 3.221.904.000 Tidak mendesak, tidak menambah nilai tambah
fasilitas gedung FKUI yang terpadu
10 Revitalisasi PSJ 1.500.000.000 Tidak mendesak, tidak menambah nilai tambah

Pertanyaannya adalah, apa yang diinginkan oleh UI? UI seperti seorang ayah yang hanya memberikan kemewahan bagi anak-anaknya ( dengan melakukan pembangunan fisik yang luar biasa) namun tidak memberikan  warisan ilmu yang layak (dengan memberikan kesempatan pada semua pihak untuk mendapat pendidikan serta lebih menitikberatkan pendidikan daripada pembangunan fisik). Kita tahu bahwa warisan harta bisa hilang, namun warisan ilmu bermanfaat selamanya.

Sekarang marilah kita beralih ke unit usaha UI. Sebenarnya unit usaha inilah yang menjadi ujung tombak perubahan pndanaan pada system BHMN maupun BHP. Unit usaha dijadikan tempat untuk merangsang kreativitas instansi pendidikan mencari tambahan dan dengan mealkukan usaha yang dapat memberikan nilai tambah.

Bekerjanya unit usaha universitas dapat dilihat dai berapa nominal yang dapat dihasilkannya. Hal ini berlangsung abik di IPB dan UGM. Dimana unit usah mereka telah menghasilkan hasil yang cukup signifikan. Namun ironisnya, Ui sampai saat ini belum berhasil meningkatkan kinerja unit usahanya.

Dalam rangka mencapai kemandiriaan pendanaan, UI telah membentk 2 unit usaha komersil, yaitu PT Daya Makara dan PT Makara Mas (2008)

Keuntungan bersih (2008)
PT Daya Makara 1.115.215.975
PT Makara Mas 92.669.071

Dari hasil diatas didapat kesimpulan bahwa unit usaha UI belum mencapai hasil yang baik bila dibandingkan dengan total pengeluaran dari UI tahun 2008 (913.317.540.542). Padahal kita ketahui bahwa unit usaha adalah hal pokok sebagai dasar penetapan BHMN (kemandirian pendanaan).

Dari hasil keuntungan unit usaha komersil yang kurang menggembirakan maka di dapat kesimpulan :

–                      UI belum secara serius dan kreatif membenahi unit-unit usahanya, dimana waktu sewindu masih belum membuat unit-unit usahanya mencapai keuntungan yang baik

–                      Dengan program2-program UI yang berefek pada peningkatan anggaran, namun dengan pemasukan dari unit usaha komersil  yang kecil, berefek pada meningkatnya biaya pendidikan

Anggaran 2008 Penerimaan biaya pendidikan Rp 565.670.992.062 (62%)

Anggaran 2009 Penerimaan biaya pendidikan Rp 627.538.272.142 (45%)

Rekomendasi: UI harus memiliki arah yang jelas dalam pengembangan unit usaha komersilnya, apabila keadaan seperti ini terus terjadi (unit usaha yang tidak produktif), tidak menutup kemungkinan sampai kapanpun biaya pendidikan akan menjadi komponen utama dalam penerimaan universitas

Mengenai unit usaha ini, ada yang menarik yang dapat kita analisa. Yakni tentang unit usaha pendidikan. Dengan adanya Pasal 31 ayat 1 UU BHMN maka artinya pendidikan sudah sah menjadi suatu unit usaha yang dapat dikomersilkan. Dari data penerimaan biaya pendidika sbb:

Jenjang Penerimaan jumlah Mahasiswa Rata2 biaya/ semester
Reguler 90.640.025.000 20.654 2.194.249
Non reguler 17.151.500.000 1.601 5.356.496
KSDI 41.158.520.000 1.537 13.389.239
Sarjana Daerah 7.324.000.000 238 15.386.555
Sarjana KI 37.116.387.500 1.093 16.979.134

Terdapat perbedaan signifikan di beberapa jenjang pendidikan yang mengindikasikan adanya profit oriented dalam penyelenggaraan pendidikan. Misalnya KSDI, apabila UI sungguh-sungguh ingin membangun  daerah tidak perlu mengenakan biaya setinggi itu per mahasiswa, karena belum tentu daerah memiliki dana yang cukup. Banyak kasus bahwa KSDI ini hanya menjadi ajang jual beli di daerah-daerah.

Ya, hal yang sungguh ironis ketika kini pendidikan dijadikan ajang jual beli. Siapa kaya dia yang dapat. Sungguh terlalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: