h1

Pemanfaatan KUR oleh Industri Kreatif Melalui Program Kemitraan

January 10, 2010

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah entitas usaha yang sangat penting bagi perekonomian nasional. UMKM ini memiliki keunggulan bukan hanya karena sifatnya yang padat karya, namun juga potensi produktivitasnya yang sangat besar. Namun, dalam perkembangannya, UMKM mengalami pertumbuhan yang lambat. Oleh karena itu, pemerintah berinisiatif, salah satunya dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendorong pertumbuhan UMKM tersebut. Secara khusus, ternyata program KUR ini sangat efektif bagi pengembangan sektor industri kreatif yang sedang tumbuh pesat di negeri ini. Dengan adanya Program KUR dan program kemitraan, maka diharapkan industr kreatif dapat berkembang dengan pesat.

KUR (Kredit Usaha Rakyat)

Joseph Stiglitz (peraih Nobel Ekonomi tahun 2001) berpendapat bahwa untuk mengurangi kemiskinan, langkah yang harus dilakukan pemerintah adalah dengan menciptakan lapangan kerja. Langkah itu salah satunya dapat diwujudkan dengan membina UKM serta memberikan pinjaman modal lunak. Pemberdayaan UMKM itu juga sejalan dengan metode yang dipakai Muhammad Yunus peraih Nobel Perdamaian 2006 dari Banglades untuk mengentaskan kemiskinan. Saat memberikan kuliah umum dihadapan Presiden SBY bersama menteri kabinetnya, Muhammad Yunus menyarankan pemerintah Indonesia harus mengembangkan kredit mikro yang disalurkan ke kalangan UKM. Langkah itu dapat dilakukan melalui perluasan sistem keuangan kredit sehingga dapat menjangkau setiap orang.

Salah satu terobosan yang dilakukan pemerintah untuk menyiasati usaha yang feasibel tapi tidak bankable adalah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Melalui KUR ini, pemerintah menyediakan suatu kesempatan kredit tanpa agunan. Aguanan tersebut dipenuhi oleh dana talangan pemerintah sebesar Rp 1,4 triliun yang sudah dijaminkan pada Askrindo dan Jamkrindo. Dengan rasio seperti itu, dana KUR yang bisa disalurkan sekitar Rp 14 sampai Rp 15 triliun. Kredit yang dapat diberikan pun cukup flexibel yaitu sampai dengan Rp 500 juta, dengan masa kredit selama 3 tahun serta bunga maksimal 16%. Untuk penyalurannya, pemerintah bekerja sama pada bank yang ditunjuk yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT BRI Tbk, PT BNI Tbk, PT Bank Bukopin Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero), dan Bank Syariah Mandiri.

Pemberdayaan Industri Kreatif Melalui Pemanfaatan KUR

Industri kreatif adalah industri yang mengandalkan kreativitas sebagai komponen utama dalam proses produksinya. Industri kreatif diantaranya adalah kerajinan, fesyen, animasi, musik, serta periklanan. Industri kreatif sudah menjadi salah satu andalan Indonesia dalam memacu nilai ekspor non migas dan pertumbuhan ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir dengan semakin boomingnya kebebasan berekspresi dan tekanan globalisasi, industri kreatif indonesia semakin menunjukkan eksistensinya. Pertumbuhan UKM yang mengusung industri kreatif ini tumbuh subur bukan hanya di kota-kota besar, namun juga di daerah-daerah yang notabene masih jauh dari sentuhan gemerlap metropolitan. Daerah yang menjadi basis industri kreatif misalnya Bali, Yogyakarta, dan Bandung.

Pemerintah telah menyusun cetak biru industri kreatif nasional.  Ada dua tahap cetak biru industri kreatif, yaitu tahap penguatan tahun 2008-2015. Targetnya diciptakan 200 merek lokal baru dengan kontribusi ekspor mencapai 6-8 persen dari ekspor nasional. Tahap berikutnya merupakan tahap akselerasi yang dilakukan tahun 2016-2025. Kontribusi ekspor ditargetkan 12-13 persen dari ekspor nasional dan diharapkan tercipta 504 merek lokal dan 6,8 juta perusahaan yang bergerak di bidang industri kreatif. Melalui pengembangan industri kreatif ini dapat terserap 9-11 persen tenaga kerja nasional.[i].

Kemudahan yang Ditawarkan KUR

Setidaknya ada beberapa hal yang bisa dimanfaatkan industri kreatif terkait kemudahan yang ditawarkan KUR tersebut :

Bebas agunan

Saat ini, pelaku usaha industri kreatif masih sulit mengakses kredit perbankan. Kewajiban adanya agunan menjadi penyebab banyak industri kreatif yang belum menikmati fasilitas kredit dari perbankan. Tanpa adanya agunan, industri kreatif dianggap tidak bankable.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengakui, industri tidak mempunyai agunan fisik yang dapat dinilai secara ekonomi. “Industri kreatif hanya mempunyai ide-ide kreatif. Tentu saja sulit untuk dianggap bankable,” kata Mari. Industri kreatif membutuhkan akses kredit perbankan untuk menambah modal dan KUR adalah pemecahannya[ii].

Besar Kredit yang Flexibel

Dengan pemberian kredit sampai dengan Rp 500 juta, maka apabila industry kreatif memiliki kelayakan usaha yang baik, kebutuhan dana tersebut dapat dipenuhi oleh KUR. Dengan sokongan dana yang memadai, dapat memberikan kesempatan kepada industri kreatif terkait untuk menjalin kemitraan dengan lembaga lain atau perusahaan yang sudah mapan, misalnya dalam bentuk jejaring pemasaran, teknologi, dan proyek-proyek lainnya.

Lokasi Usaha

Program KUR yang disalurkan oleh banyak bank besar yang cakupan distribusinya sangat luas dapat menguntungkan pelaku industry, terutama industry kreatif. Hal ini terkait keberadaan sumber bahan baku, tenaga kerja kreatif, nilai-nilai budaya local, serta daerah pemasaran yang cocok. Dengan adanya program KUR ini yang tersebar hingga ke pelosok, pelaku industry tidak akan mengalami kesulitan untuk meminjam di lokasi pilihannya.

Permasalahan yang dihadapi industry kreatif terkait KUR

Selain manfaat yang di dapat, industry kreatif pun masih terhalangi dari beberapa hal dalam mendapatkan kredit KUR ini. Masalah yang dihadapai itu menyangkut persyaratan lama usaha minimal dua tahun, dan tidak memiliki beban pinjaman di tempat lain. Kalau harus memiliki syarat masa kerja sebelumnya, lalu bagaimana nasib mereka yang baru ingin memulai usaha. Sedangkan, sebagian besar masyarakat ekonomi bawah juga terlilit hutang[iii].

Masa kerja sebelumnya

Industri kreatif selain dilakukan oleh para seniman yang sudah lama malang melintang di dunia seni, juga saat ini di dominasi pemain-pemain muda baru. Pemain-pemain muda baru tersebut banyak bermain di sector advertising, distro, desain, animasi, dan lain-lain. Tentu saja mereka masih belum memiliki pengalaman. Namun, keahlian mereka tidak bisa dipandang sebelah mata dan juga volume transaksinya sangat besar. Lihat saja kota Bandung yang berjaya sebagai kota hiburan dan fashion. Dengan peraturan saat ini,  mereka yang berpotensi tersebut tidak boleh mendapat KUR. Seharusnya pemerintah mengkaji kembali kebijakan ini.

Tidak ada tunggakan di tempat lain

Selain itu peraturan yang mengharuskan UKM tidak memiliki tunggakan di tempat lain juga cukup memberatkan. Masalahnya usaha tersebut selalu berpotenis untuk gagal. Bila ada peraturan tersebut maka berarti pemerintah tidak menghargai kegagalan. Mungkin dengan KUR ini usaha mereka bisa maju dan akhirnya bisa menutup semua hutangnya. Toleransi terhadap kegagalan sangat dibutuhkan untuk membangun dunia bisnis yang berkarakter dan tahan banting.

Program Kemitraan UKM dengan Lembaga lain

Program kemitraan adalah kerjasama antara UMKM dengan lembaga lain yang sudah mapan, misalnya bank atau perusahaan, untuk membantu perkembangan suatu UMKM dengan memberikan bantuan seperti transfer manajerial yang professional, bantuan dana, pemasaran, dll. Program kemitraan ini bisa sebagai suatu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) maupun kerjasama bisnis yang berujung pada keuntungan kedua belah pihak.

Program kemitraan dalam industry kreatif yang memanfaatkan kredit KUR dapat di jelaskan sebagai berikut:

1. Jaminan Pembayaran

Mitra usaha perusahaan memberikan jaminan pembayaran KUR apabila usaha mengalami kegagalan, namun apabila usaha mengalami kesuksesan, yang wajib membayar adalah industry kreatif tersebut. Hal ini untuk memberikan motivasi industry kreatif untuk semakin total dalam berusaha namun tetap memperhitungkan resiko. Selain itu, dengan dukungan manajerial dan pemasaran dari perusahaan, kegagalan suatu industry kreatif menjadi minimal. Namun, apabila perusahaan tidak mau memberikan jaminan tersebut, hal tersebut tidak menjadi kendala karena mitra usaha perusahaan tetap berkomitmen untuk mengembangkan mitra binaannya.

Untuk memenuhi syarat kredit KUR yaitu UMKM tidak boleh memilki tunggakan di tempat lain, hal ini dapat diatasi dengan mitra perusahaan (apabila mitra binaan memiliki tunggakan) memberikan pinjaman mitra binaan untuk memenuhi kewajibannya dahulu. Pembayaran dapat dilakukan di masa depan setelah mitra binaan dapat menghasilkan profit.

2. Transfer Manajerial

Mitra usaha mentransfer pengelolaan manajemen yang profesional agar industry kreatif dapat mengelola dirinya sendiri secara efektif dan efisien. Manajemen yang professional dalam bidang keuangan, pemasaran, produksi dan sumber daya manusia sangat mendukung bagi kelangsungan usaha. Selain itu bantuan sentuhan teknologipun tidak kalah penting. Dengan teknologi yang lebih baik, produksivitas akan semakn tinggi.

Dengan dukungan pengelolaan manajemen ini, industry kreatif menjadi mudah dalam mendapatkan KUR. Hal ini karena persyaratan masa kerja sebelumnya (pengalaman usaha) dapat terpenuhi dengan transfer manajerial ini.

Dengan kredit KUR yang bisa mencapai Rp 500 juta, perusahaan tidak perlu repot-repot lagi berinvestasi pada mitra binaa. Mitra binaan yang sudah mandiri secara financial hanya memerlukan bantuan manajerial. Oleh karena itu transfer manajerial ini tidak menimbulkan biaya yang besar bagi perusahaan.

3. Pemasaran Hasil Produksi

Untuk meningkatkan pemberdayaan industry kreatif tersebut, perusahaan dapat menjadi pengguna produksi industry kreatif . Selain harganya dapat menjadi lebih murah, spesifikasinya tepat, kelangsungan industry kreatif tersebutpun terjamin. Misalnya semua tender publikasi perusahaan diberikan pada mitra binaan periklanan, semua merchandise di produksi oleh mitra binaan souvenir, film yang ditayangkan oleh stasiun televise di produksi oleh mitra binaan movie, dll. Selain itu, perusahaan dapat menjadi agen pemasar untuk hasil produksi industry kreatif tersebut. Misalnya penjualan karya seni di mal-mal dipenuhi oleh mitra binaan industry kerajinan, supply pakaian di mal dipenuhi oleh mitra binaan distro atau fashion, dll.

Oleh karena itu, jaminan pemasaran hasil produksi kreatif menjadi hal vital dalam program kemitraan ini. Diharapkan mitra perusahaan dapat membantu mencarikan konsumen bagi industry kreatif tersebut.


[i] Didit Ernanto, Belum Tersentuh Bank, Industry Kreatif Dapat Manfaatkan KUR (www.sinarharapan.com, 9 Agustuis 2008)

[ii] Ibid

[iii] Kredit Usaha Rakyat Harus Menjadi Kebangkitan UMKM (www.kompas.com, 8 Mei 2008)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: