h1

Mandalawangi Pangrango

January 11, 2010

Mandalawangi Pangrango

Senja itu,

ketika matahari turun ke dalam jurang-jurangmu,

Aku datang kembali ke dalam ribaanmu

Dalam sepimu dan dalam dinginmu.

Walau setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna

Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan,

Dan aku terima kau dalam keberadaanmu,

Seperti kau terima dalam daku.

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi

Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada,

Hutanmu adalah misteri segala

Cintaku dan cintamu adalah kebisuan semesta.

Malam itu,

Ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi,

Kau datang kembali dan berbicara padaku

Tentang kehampaan semua.

Hidup adalah soal keberanian,

Menghadapi tanda tanya tanpa kita mengerti

Tanpa kita bisa menawar

Terimalah dan hadapilah.

Dan diantara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara

Aku terima ini semua

Melampaui batas hutan-hutanmu

Melampaui batas jurang-jurangmu.

Aku cinta padamu, Pangrango,

karena aku cinta pada keberanian hidup.

Soe Hok Gie

19 Juli 1966

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: